Peran TGFU dan Sport Education Model Untuk Pembelajaran Penjas Yang Lebih Bermakna

Teaching Games for Understanding (TGFU) Sport Education Model (SEM) Pendidikan Jasmani Keterampilan Motorik Keterlibatan Siswa

Authors

Downloads

Pembelajaran pendidikan jasmani (penjas) di sekolah masih kerap didominasi oleh pendekatan teknik yang bersifat repetitif, sehingga motivasi dan keterlibatan siswa cenderung rendah. Artikel ini bertujuan mengkaji peran model Teaching Games for Understanding (TGFU) dan Sport Education Model (SEM) dalam mewujudkan pembelajaran penjas yang lebih bermakna. Metode yang digunakan adalah kajian literatur (literature review) dengan mensintesis temuan dari lima sumber utama, meliputi artikel jurnal, buku, dan prosiding seminar. Hasil kajian menunjukkan bahwa TGFU, yang dikembangkan Bunker dan Thorpe (1982), terbukti meningkatkan pemahaman taktik, keterampilan motorik, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan sosial siswa secara signifikan dibandingkan metode tradisional. Sementara SEM secara konsisten meningkatkan keterlibatan emosional, sosial, dan motorik siswa melalui peran aktif seperti pemain, wasit, pelatih, dan manajer. Dalam SEM, siswa terlibat dalam berbagai peran seperti pemain, wasit, pelatih, hingga pencatat skor sehingga meningkatkan keterlibatan dan tanggung jawab siswa dalam pembelajaran. Integrasi TGFU dan SEM membuka peluang pembelajaran yang lebih holistik, inklusif, dan berpusat pada siswa. Melalui pendekatan Teaching Games for Understanding (TGfU), pembelajaran futsal di sekolah akan lebih menyenangkan, peserta didik akan banyak berpartisipasi dalam pembelajaran, dan interaksi antara guru dan siswa maupun sesama siswa akan semakin baik. Peserta didik akan banyak bergerak melalui aktivitas bermain dan bergembira serta nilai dan tujuan pendidikan tetap tercapai. Implikasi praktis mencakup perlunya pelatihan pedagogis bagi guru, adaptasi kurikulum, dan dukungan institusional agar kedua model dapat diimplementasikan secara efektif di sekolah.