Analisis Miskonsepsi pada Materi Fisika dalam Pembelajaran IPA Kurikulum Merdeka pada Tingkat Sekolah Menengah Pertama

Miskonsepsi Kurikulum Merdeka Tes Diagnostik Pembelajaran IPA Strategi Pembelajaran

Authors

Downloads

Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada siswa untuk mempelajari materi secara mendalam sesuai dengan kompetensinya. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) sering kali menghadapi tantangan berupa miskonsepsi terhadap konsep-konsep fisika, seperti suhu dan kalor, gerak dan gaya, serta zat dan perubahannya. Miskonsepsi muncul akibat pemahaman yang tidak menyeluruh atau penggunaan penalaran yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis miskonsepsi siswa kelas VII SMP Negeri Kamal dengan menggunakan tes diagnostik tiga tingkat (Three-tier Test). Tes ini dirancang untuk mengevaluasi pemahaman siswa, alasan di balik jawaban yang dipilih, serta tingkat keyakinan mereka terhadap jawaban tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami miskonsepsi sebesar 69% pada materi yang diujikan, terutama pada konsep suhu dan kalor. Penelitian ini memberikan panduan bagi guru untuk menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam mengatasi miskonsepsi. Penyusunan strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPA sekaligus menjadi referensi untuk pengembangan materi ajar yang lebih relevan.

Most read articles by the same author(s)