Peningkatan Aktivitas Fisik Siswa melalui Pembelajaran PJOK yang Inovatif di Sekolah Menengah Atas

Aktivitas Fisik Siswa Pembelajaran PJOK Inovatif Sekolah Menengah Atas

Authors

  • Aldin Musto
    aldinmustodatul@gmail.com
    Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Sulawesi Tenggara, Indonesia, Indonesia
  • Agung Darussalam Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Sulawesi Tenggara, Indonesia, Indonesia
  • Muh Sidik Ubay Dillah Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Sulawesi Tenggara, Indonesia, Indonesia
  • Yesci Triputri Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Sulawesi Tenggara, Indonesia, Indonesia
  • La Ode Maklum Sabrin Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Sulawesi Tenggara, Indonesia, Indonesia
  • Ibrahim Ibrahim Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Sulawesi Tenggara, Indonesia, Indonesia

Downloads

Aktivitas fisik siswa dalam pembelajaran PJOK cenderung menurun akibat metode pembelajaran yang monoton. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas fisik siswa melalui penerapan metode pembelajaran dalam bentuk permainan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan Model Kemmis dan McTaggart, yang dilakukan dalam dua siklus di Sekolah SMA Negeri 1 Lalolae di Kabupaten Kolaka Timur dengan 32 siswa kelas XI sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi dan instrumen penilaian, lalu di analisis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siklus pertama terdapat kategori keterampilan fisik sangat baik 2 siswa, baik 5 siswa, partisipasi berkategori sangat baik 3 siswa, baik 4 siswa, untuk semangat/motivasi terdapat kategori sangat baik 6 siswa, baik 8 siswa, sedangkan pada siklus kedua, angka tersebut meningkat menjadi keterampilan fisik kategori sangat baik 13 siswa, baik 16 siswa, partisipasi berkategori sangat baik 14 siswa, baik 17 siswa dan semangat/motivasi sangat baik 13 siswa, baik 17 siswa. Peningkatan ini membuktikan bahwa metode permainan yang inovatif efektif dalam meningkatkan aktivitas fisik siswa dalam pembelajaran PJOK. Dengan demikian, penerapan metode permainan dapat menjadi strategi inovatif untuk meningkatkan aktivitas fisik siswa.